Sabtu, 13 Juni 2009

Atas nama Cinta, Karya dan Citra.

Akhir2 ini ada hal yang lagi-lagi mengganggu stabilitas emosi saya, lagi-lagi hal itu, apalagi kalau bukan CINTA... berasa punya dua jiwa, saat saya terpikirkan lagi akan kenangan2 pahit itu, satu sisi jiwa saya termehek-mehek sok dramatis, dan yang satunya lagi bilang : gw pengen...muntah!! (haaaaa...)

Dan di saat termehek-mehek sok dramatis itu saya berhasil melahirkan karya fenomenal (preeett..) diiringi pujian dan lemparan sepatu :P, ini dia karyanya :

Judul : Apa nama rasa ini...

Jika saja aku sudah pernah merasakan cinta
Jika saja aku sudah pernah merasakan luka
Maka apa nama rasa ini..

Jika saja aku sudah setengah mati membunuh rasa ini
Hingga membuatku tak lagi bisa merasakan cinta
Hingga membuatku tak lagi bisa merasakan luka
Maka apa nama rasa yang kini hadir kembali

Jika saja aku mengerti akan cinta
Jika saja aku mengerti akan luka
Maka akankah aku mengerti rasa ini...

Rasa yang kembali membutakan cinta
Rasa yang kembali menggoreskan luka

Dan kini..
Yang kusadari hanyalah..
Rasa ini tak juga mau pergi..

sumpe ya.. itu nulisnya dengan hati berdarah-darah dan mata berkaca-mata, hehe..., walaupun terkesan lebay dan semakin menunjukan " betapa rapuhnya aku ", yah setidaknya banyak yang suka dan memuji karya saya itu(silakan muntah lagi...bebaslah) .

Setelah mem-post tulisan hati yang sedang gundah gulana itu d facebook dan saya tag ke beberapa teman saya, satu persatu komentar dan pujian (hueekks) bermunculan..., ini dia beberapa diantaranya :

danit > temen kuliah : nice note's mams..

fitrie> temen kuliah : Aku tau rasa di paragraf 2.. "Resisten" karena sudah kebal akan cinta dan luka..Tuch khan qiez, teori hama berlaku di hidup lu..!! Lu sich, masuk hama n penyakit tumbuhan.. (hahaha, ga ngerti gw juga apa..!!) Tapi.. aku yakin, comment dari aku buat kamu itulah Pelangi..... hehehe...
saya jadi ikutan kebawa resisten sama apa yang saya namakan "rasa" itu.. (hehe, total gak nyambung!!)>

Dhe faney > bakal calon ipar : Ih keren bgt teh.. Neng suka ma tulisan teteh.. Hope we can each other many poem ^_^Keep Smiling Teh.. Krn pelangi selalu ada diujung genangan air pengharapan,... maka ucapkan harapan sebnyk mungkin agar pelangi bs menebarkan warna-warni kbhagian u/ qt semua.
AMIEN YA RAB...
Nb : Rasa itu Namanya... HARAPAN..
Stp kali luka hadir krn cinta,akn ada harapan br u/ membuat qt kembali dpt merasakan cinta wlpun trkadang luka kmbli menggores. Tp harapan itu selalu Ada. Semangat!!

Aniez > temen SMA : no comment 4 that,,, but i like it very much n make me think deeply..

Hoooaaa... habis baca komen2 dr mereka saya jadi lebih terharu dan termehek-mehek, n membuat saya sadar bahwa dibalik kenangan pahit yang kembali mengusik saya itu, berjuta hal manis dan indah berada disekeliling saya yang saya dapatkan dr mereka. Ya, hidup itu terlalu indah, dan amat sangat disayangkan jika harus dilewati dengan selalu mengenang pengalaman pahit yang kita alami dahulu. Karena hidup bukan hanya masa lalu, tapi juga hari ini dan masa depan.

Tapi ada satu komen yang beda dari yang lain, ini dia :
Kiki> temen KKN : nong,mw ngalong ga? qt ngebajigur d grbang nyok!, qt crita2 ttg 'ap nama rasa ini' he2..

Sumpah.. tu orang bener2 pengertian banget dehhh, disaat autis n hati gundah gulana, dia datang menawarkan angin segar, dia n saya tahu bahwa kami sama-sama menyukai malam, jadi hal yang paling tepat untuk meredakan keresahan hati saya saat itu adalah dengan berjalan-jalan menikmati malam. Dan tahukan anda jam berapa saat itu?, tepat jam 9 malam, dan baru berakhir 2 jam setelahnya..

Selama menikmati malam, sambil menikmati serabi enhai di suatu tempat yang lumayan sepi, kami berdiskusi banyak hal, awalnya saya benar2 malas untuk kembali membahas masalah saya itu, tapi... tanpa sadar.. akhirnyacmengalirlah pembicaraan mengenai masalah itu..

Setelah menjelaskan panjang lebar akan maksud saya menulis dan mempostingkan karya itu ke facebook, saatnya teman saya memberikan komentarnya. Dia bilang, bahwa apa yang baru saja saya lakukan itu, bisa jadi menunjukan bahwa diri saya kurang perhatian dan kecenderungan ingin meraih simpati dari orang lain. Ouuw... sebegitunyakah efek curhat tentang masalah2 qt di dunia maya..???

Ya Allah.. koq bisa ya..??, hmm.. ternyata ada benarnya juga, saya baru nyadar bahwa apa yang selama ini sering saya bagi (share) di dunia maya (terutama facebook), entah itu status, note, ataupun komen, kebanyakan menunjukan kelemahan saya, seperti saat saya sedang dirundung masalah atau saat saya sedang sedih. Dan ternyata itu bisa dinilai sebagai salah satu usaha untuk meraih simpati orang lain dan sebuah usaha untuk mengeksiskan dirinya.
Padahal, sebenernya saya gak punya niat2 apa2 saat menulis status, atau memposting notes tsb di dunia maya, saya hanya menemukan kenyamanan setelahnya, dimana saya bisa bebas mengekspresikan apa yang saya rasakan yang mungkin tidak bisa saya lakukan dengan cara menyampaikannya langsung. Tapi, jika ternyata efeknya bisa sehebat itu, hmmm... apa boleh buat...

Eniwei, meskipun agak sedikit menohok, tapi saya rasa diskusi kami saat itu memberikan banyak pelajaran yang berarti untuk saya, seperti :
lebih berhati-hati dalam menyampaikan sesuatu kepada khalayak ramai, baik itu di dunia maya ataupun nyata, karena setiap orang mempunyai cara yang berbeda dalam menilai dan menganalisis sesuatu. Apa yang kita anggap baik dan wajar belum tentu baik dan wajar pula bagi orang lain, n apa yang kita sampaikan tersebut akan sangat berpengaruh bagi citra diri kita. Pelajaran lain yang saya dapat adalah ternyata cinta seorang sahabat itu begitu tulus n menentramka. Gmn ga tulus n menentramkan coba ??, disaat saya bener2 down n resah saat itu, dia bela2in ngajak saya jalan2 (ngalong) demi menentramkan hati saya, ibarat kate nih, dia bilang : malam ini adalah milikmu, maka nikmatilah (caelaaahhh...). Saya menyesal karena terlalu larut dalam kesedihan akibat luka cinta yang saya alami dan mengabaikan cinta2 lain yang sebetulnya lebih indah dan berada di sekeliling saya, cinta seorang sahabat dan saudara yang begitu mencintai saya dengan caranya yang berbeda-beda.

Terakhir,trims untuk semua pihak yang terlibat dalam pengalaman saya yang luar biasa ini. Dan sebenarnya tak perlu ada yang saya sesali atas semua yang terjadi, karena dibalik itu semua, tersimpan banyak hikmah dan pelajaran yang akan semakin mendewasakan saya.

Yah, mungkin terkesan agak lebay.. tapi itulah cinta, saat manis maupun pahitnya dapat melahirkan karya dan memberikan citra pada setiap orang yang merasakannya.
Atas nama Cinta, Karya dan Citra. ^_^



Sabtu, 30 Mei 2009

Menulis dengan hati...atau Menulis dalam hati ??



Baru saja beberapa saat yang lalu, saya membaca postingan menarik dari blog mba dewi lestari yang judulnya "Nge-blog : Perjalanan panjang dengan hati" - dimana beberapa kalimat terakhirnya berbunyi " Menulislah dengan hati". Lho, koq saya malah bingung ya dengan arti dari kalimat itu, bukannya kalo menulis itu pake pulpen, pensil dan alat tulis lainnya, ato kalo mo lebih hi-tech lagi pake papan kunci (baca : keyboard, he..:P) komputer, laptop, notebook, deelel, ini koq pake hati yah..?? (pura2 bego mode : on :P) hehehe...

Menulis dengan hati (bukan dalam arti sebenarnya, he :P) menurut saya memang kunci utama seseorang bisa lancar dalam menghasilkan tulisan, ditambah dengan teori dan pengetahuan yang dimiliki seputar tulisan yang akan dibuatnya. Tapi koq, saya malah lebih sering mengalami "menulis dalam hati" daripada "menulis dengan hati" ?

Aghhh... gak ngerti kenapa itu bisa sering terjadi dalam diri saya, kadang saya pernah dapat ide untuk menulis, terus saya mulai merangkai kata dan kalimat yang sesuai dengan jalan cerita dari tulisan tersebut dalam hati, tapi sayangnya, ketika saya akan memulai menuliskannya, tiba-tiba saja saya mandeg dan seperti banyak yang hilang dari memori tempat saya menyimpan rangkaian kata dan kalimat untuk isi tulisan saya, sehingga saya kembali harus memutar otak mencari kata atau kalimat yang pas untuk menjelaskan maksud tulisan saya tersebut. Mungkin terkesan agak lebay, tapi kenyataannya memang seperti itulah yang sering saya alami.

Seperti saat ini, saya tiba-tiba mandeg dan bingung harus nulis apalagi, padahal di otak dan hati saya masih banyak yang ingin saya sampaikan mengenai masalah ini. Cuma..., ya itu... saya baru bisa menulis dalam hati, dan masih harus banyak belajar cara menulis dengan hati.

Sabtu, 23 Mei 2009

Dua minggu yang istimewa

Dua minggu sudah saya lari dari kenyataan, maksudnya lari dari hingar-bingar kampus yang membuat penat meski terkadang membuat kangen juga. Ya...saya berhasil lari dari segala tanggung jawab sebagai seorang mahasiswi dengan alasan yang untungnya bisa diterima oleh semua orang, yaitu ... sakit !

Semuanya harus disyukuri, begitu juga dengan sakit. Begitu banyak hikmah dari adanya sakit yang kita alami. Salah satunya adalah dengan begitu saya bisa pulang dengan sebebas-bebasnya, dan selama dua minggu tidak memikirkan berbagai urusan kampus yang semakin lama semakin menakutkan itu (lebay!!)hoho...

Semuanya harus disyukuri, karena dengan adanya sakit ini, Ortu saya jd lebih merhatiin anaknya yang paling cantik ini. Bukan berarti selama ini ga merhatiin sihh..tp lebih tepatnya saya yang merasa haus perhatian dari mereka, ini mungkin dikarenakan syndrom duapuluh yang membuat saya ingin mendapat perhatian lebih dari seseorang, dan karna hal itu ga saya dapatkan dari seorang..."ehmm", jadinya paling gampang memintanya sama keluarga sendiri.

Alhasil, dua minggu berleha-leha di rumah bak seorang putri.
Mau makan, diambilin.
Mau mandi, disekain.
Mau makan yang special, dibeliin.
POkonya, dua minggu itu jadi minggu2 yang sangat berharga dalam hidup saya haha... (lebay lagi!!)

Senin, 04 Mei 2009

B A L O N a.k.a. Bakal Calon...*_T

Hfffhhh....

Kenapa setelah nerima sms dari ayah, saya jadi sering memikirkan tentang masa depan "itu" yah..?? Hal yang dulu memang sering saya lakukan, tapi itu dulu..saat syndrome menjelang 20 menyerang, syndrome dimana saya lagi ngebet2nya pengen nikah..(huekss..jd eneg ngingetnya)hehe... dan sekarang setelah berbagai hal dan peristiwa terjadi dalam hidup saya yang memberikan saya begitu banyak pelajaran, pikiran itu hilang dengan sendirinya, atau lebih tepatnya sengaja saya usir agar tidak mengganggu stabilitas emosi saya.

Sekarang setelah pesan dari ayah saya terima yang meskipun cuma sekedar mimpi ayah tapi saya yakin itu pula keinginan ayah untuk masa depan saya nantinya, saya jadi kepikiran lagi tentang satu kata indah tapi beratnya minta ampun yaitu ...M E N I K A H, buat nulisnya aja saya mesti menghabiskan energi lebih dibandingkan menuliskan kata lainnya (yaiyalah pake capslock plus spasi tiap hurufnya..:P).

Saya jadi kepikiran tentang siapa calon pendamping hidup saya nantinya, saya jadi inget lagi sama seseorang yang dulu pernah saya cintai setengah mati dan akhirnya pergi begitu saja meninggalkan saya dan lebih memilih teman saya sendiri (hueekks..lebih eneg lagi kalo inget ini), saya jadi ingat beberapa laki-laki yang sedang atau pernah dekat secara personal dengan saya, juga beberapa orang yang memiliki kepribadian yang sangat pas dengan kriteria pasangan hidup yang saya tetapkan. Tapi, setelah berusaha lebih dari sekedar mengingat, menimbang juga mencocokan, dari beberapa makhluk yang bernama laki-laki yang ada dalam list bakal calon pasangan saya itu, sayangnya belum ada satupun yang benar-benar pas dan cocok untuk saya saat ini.

Bukan..bukan berarti saya pasang standar terlalu tinggi, enggaklah..saya juga tau dirilah.. cuma saya rasa dalam hal ini saya complicated banget orangnya, yah..emang untuk saat ini, saya bener2 belum nemu aja yang pas.. ada aja yang ga sinkron.

Misal, laki-laki yang secara fisik enak dipandang, cerdas, mandiri, punya visi hidup yang bagus, sempet deket n ngerasa dekeeeettt bgt hmmm...yahh...sempat membuat luluh diriku dengan perhatian2nya itu, ternyata eh ternyata setelah saya melakukan hal bodoh dengan mengungkapkan perasaan suka sama dia, dia pergi gitu ajah sama orang yang jelas2 temen deket (saat itu) saya, patah hatilah saya dan dengan serta merta saya mencoratnya dari list balon pasangan hidup saya. Trus, giliran ada yang suka sama saya dan dengan bodoh dan pedenya bilang saya calon istrinya, eh ternyata cuma seorang playboy cap kabah, upsss sorii.. saya terpaksa nyebut dia demikian, karena ya..dia bertopeng seorang yang tahu agama (a.k.a alim) tapi tebar pesona sama banyak perempuan, saya yakin ini bukan kali pertamanya dia bilang calon istri ke setiap cewe yang dia suka.. ga usah ribet2, dari pertama saya ngeliat dia aja, dia udah memunculkan image yang negatif tentang seorang laki-laki dimata saya, kalo yang ini ga pernah masuk kedalam list balon saya, cuma sekedar numpang lewat..

Kalo yang lainnya..?? hmm... kalo yang ini lain lagi ceritanya, disaat saya patah hati dan banyak kecewa dengan laki-laki yang terlihat baik dari luar tapi menyimpan kebusukan dibaliknya, saya sempat mengharapkan untuk bertemu dengan seseorang yang sedikit terlihat agak bandel dari luar tapi dibalik tampang bandelnya itu ia banyak memiliki hal positif dalam hidupnya, atau setidaknya ia memiliki pandangan hidup yang lebih positif dari orang kebanyakan. Dan...foila..orang itu datang, tiba-tiba, dan asalnya sangat jauh dari perkiraan saya selama ini. Tahukah anda darimana ia berasal..?? heyy.. dia temen SD saya yang dulunya super duper bandelnya minta ampuuunnn!!!, oh my god..dan pertama kali ketemu lagi setelah bertahun2 lamanya itu, dia masih aja kaya dulu..bandel!! setidaknya dari tampangnya. Dan setelah pertemuan pertama itu, dia lumayan intens menghubungi saya, singkatnya hubungan kami jadi lumayan dekat. Yah..dia datang pada saat yang tepat, saat dimana saya hampir frustasi dengan kekecewaan yang saya alami sebelumnya, saat itu saya menjadi benar2 autis, dan dorongan untuk melakukan hal "gila dan aneh" benar2 kuat. Salah satu hal 'gila' yang saya lakukan saat itu adalah membiarkan dia masuk kedalam permainan hidup saya, ya saya anggap saat itu hubungan saya dengannya tidak lebih dari sekedar permainan. Sekedar permainan, pemikiran itulah yang masih saya pertahankan untuk saat ini, karena selain saya tidak pernah melihat hal lain yang lebih serius dari sekedar permainan yang ia tawarkan ini, saya juga lagi-lagi tidak menemukan kesinkronan antara karakter, kepribadian serta visi hidup yang ia miliki dengan kriteria yang saya tetapkan.

OK, untungnya saat dia mencoba untuk memasuki hati saya lebih dalam lagi, saya selalu berhasil mengabaikannya, dan tetap terus mencari "balon" yang tepat itu.

Pencarian "balon" terus berlanjut, kali ini saya hampir menemukan seseorang yang lumayan pas dengan kriteria saya, tapi... giliran ada yang pas, eh...orang itu malah terkesan dingin dengan saya dan ga mau kenal lebih dengan saya. Cukup ah..dulu saya pernah maksa2 buat deket sama orang yang malah bikin sakit akhirnya, makanya sekarang saya ga ngoyo untuk deket sama orang itu, let it flow.. ajah, tapi...saking let it flownya, jd terkesan ga ada hasilnya. hehe^^

Yah pada intinya, mungkin saya memang belum waktunya menemukan "balon" itu, suatu saat semoga saya bisa mewujudkan mimpi ayah saya dan memenuhi harapannya dengan mendapatkan seorang pendamping yang tepat..amiinn..

Mungkin ada yang berminat mendaftar ??? hahaha...^_^

Minggu, 03 Mei 2009

Dalam keharuan...

Semalam ayah saya mengsms begini : "Teh, semalem bapa mimpi, teteh dilamar ikhwan yang hafal 30 juz"..
Saya jelas amat sangat kaget dan terharu mendengarnya, kaget karena selama ini ayah belum pernah membicarakan masalah jodoh dengan saya, atau lebih tepatnya belum pernah menanyakan kapan saya akan menikah dan sederet pertanyaan tentang pernikahan lainnya. Dan tiba-tiba saja ayah memimpikan tentang saya, tentang laki-laki yang akan menjadi imam saya, yang katanya hafal 30 juz Al-Quran..hiks.. betapa terharunya saya mendengarnya.

Saya terharu, karena begitu mulia dan indahnya mimpi ayah saya itu, tapi di sisi lain saya merasa....entahlah..merasa mimpi itu terlalu berat untuk diwujudkan. Bukankah jika kita ingin mendapatkan pasangan yang baik kita harus baik pula, bukankah laki-laki yang baik untuk wanita yang baik dan sebaliknya, bukankah jika saya ingin mendapatkan seorang suami yang hafal 30 juz Al-Quran saya juga mesti hafal 30 juz Al-Quran atau sedikitnya hafal beberapa juz dalam Al-Quran..??Bukankah laki-laki yang hafal 30 juz Al-quran itu berarti laki-laki yang menurut saya super duper sholeh..?? Bukankah.......

Tapi coba lihat saya sekarang ini...masih jauh dari hafal 30 juz Al-Quran, satu juz pun belum yah... saya sekarang ini mungkin tidak sebaik dan sesholehah yang ayah atau orang lain lihat, saya sekarang ini justru merasa lebih buruk dari kemarin, ayah.. begitu banyak yang tidak kau ketahui tentang anakmu ini selama aku merantau menuntut ilmu seperti yang kau inginkan..ayah..begitu banyak yang berubah dari anakmu ini setelah aku melihat dunia luar yang dulu tidak pernah aku lihat dan rasakan saat bersamamu, ayah.. betapa susahnya hidup sendiri di rantau dengan godaan dunia yang semakin lama semakin sulit untukku elakkan.

Ayah..dalam sisa2 keimananku ini, aku juga sering merasa goyah dan terkadang ingin seperti yang lain yang bebas menikmati masa mudanya dalam hura2 dunia..ayah..terkadang aku juga ingin seperti gadis2 yang lain yang mempunyai kekasih hati yang selalu ada untukku, tahukah engkau ayah, aku juga pernah merasakan apa yang dinamakan cinta, cinta yang aku tahu datang tidak pada waktunya, lalu aku merasakan manisnya juga pahitnya dikemudian. Ayah, karena kekecewaan yang disebabkan oleh cinta itulah, akupun sempat tidak percaya lagi dengan cinta, dan tahukah engkau aku sempat berniat untuk membalaskan rasa kecewaku.. Oh..ayah lihatlah begitu buruknya niatku...

Ayah.. tapi untungnya Allah selalu baik padaku, Ia selalu menolongku, dan membawaku untuk tidak melakukan hal2 yang tidak semestinya aku lakukan. Dan aku kini, alhamdulillah masih mampu bertahan dengan sisa-sisa keimanan yang aku miliki, meski sampai detik ini aku belum lebih baik dari kemarin.

Ya.. Allah selalu baik pada hambaNYa, lagi-lagi saya diingatkan lewat sms dari ayah itu, itu berarti Allah menginginkan saya berubah menjadi lebih baik lagi. Selain itu, saya yakin bahwa ayah saya pasti menginginkan mimpinya itu terwujud, setidaknya mendekati terwujud, itu berarti juga ayah saya menginginkan anaknya berubah menjadi lebih baik lagi, sehingga nantinya saya bisa mendapatkan seorang pendamping hidup yang lebih baik pula. Amiiinnn...

Sabtu, 04 April 2009

Mati suri...

lagi mati suri nih..
maksudnya, lagi bener2 bosen dan males untuk ngapa2in. Kalo di bioskop ada film mati suri yang kata temen saya " anjrit.. serem banget, film paling serem dari semua film horor yang pernah gue tonton", tapi kalo mati surinya versi saya ini bener2 ngeboringin, ga ada serem2nya dan ga ada rame2nya, pokoknya bingung mesti ngapain..

Sebenernya banyak yang harus saya lakukan dan selesaikan, ya tapi gitu..lagi-lagi saya benci banget buat bilang kalo saya lg maless buat ngerjain semuanya, entahlah.. bener2 ga mood untuk menyelesaikan semua yang seharusnya saya selesaikan.

Biasanya kalo udah kaya gini, saya jadi kaya orang autis yang bengong ga jelas, buka2 hp dan nyoba buat sms orang yang aneh2, atau malah kadang saya suka berfikir duh kayanya enak deh kalo punya pacar, kalo lagi bosen gini bisa ilang bosennya dengan ketemu atau sekedar ngobrol bareng dia.. Tapi ups, saya buru2 mengusir pikiran2 ga banget itu, yah kalo dilihat sekilas pcaran tuh emang enaknya kaya gitu, tapi saya tetep ngerasa ga bisa menjalaninya karena beberapa faktor yang mungkin lain kali akan saya ceritakan disini.

Tadinya saya pikir apa yang saya alami ini bener2 aneh dan mungkin ga semua orang bisa ngerti. Tapi, ternyata banyak juga yang juga sedang ataupun pernah mengalaminya, beberapa dari temen saya bilang kalo perasaan kaya gitu biasanya melanda pada sebagian mahasiswa yang beranjak pada tahun terakhir kuliahnya dan menyerang pada sebagian aktivis mahasiswa yang udah ga aktif lagi, yang artinya kesibukannya udah bener2 berkurang, maksudnya yang tadinya jadi mahasiswa supersibuk di kampus sekarang jadi mahasiswa yang bener2 ga punya kesibukan. Dampaknya, bikin orang yang ngalamin itu jadi kebawa malessss lesss lesss karena ngerasa punya waktu banyak untuk mengerjakan semua tugas2 yang mesti dikerjain dan berleha2 sampai akhirnya tugas tersebut diambang deadline dan kelimpungan ngerjain pada sisa2 waktu yang dimilikinya menjelang deadline tersebut. Haha..ribet, pokoknya super ribet kalo kejadiannya udah kaya gitu.

Lagi-lagi masalah yang jadi kunci utamanya adalah manajemen waktu dan disiplin, mungkin itu yang belum bisa saya lakukan dan lagi-lagi kata2 ini sudah bertahun2 lamanya saya ucapkan, yang artinya saya sudah bertekad dari dahulu untuk bisa memanage waktu dan disiplin dalam hidup saya, tapi hasilnya ya begini-gini saja. Buktinya sekarang...saya masih sempat2nya posting padahal saya mesti menyortir soal untuk acara cerdas cermat senin besok. HUfffhh

Senin, 23 Maret 2009

hidup di dunia maya itu...

Hidup di dunia maya ternyata tidak sebaik yang dikira. Kenapa saya bilang seperti itu, karena saya ngerasa ada yang gak beres dengan hidup saya akhir2 ini, yup setelah saya pasang internet di kamar kost saya yang memungkinkan saya untuk online 24 jam, ada sesuatu yang sepertinya berubah dari kebiasaan saya dan itu membuat saya gak nyaman.

Masalah nyaman dan gak nyaman sebetulnya bukan karena online atau offlinenya, tapi lebih karena kecanduan atau ketergantungan saya akan internet. Maksudnya gini, contohnya seperti setiap saya pulang dari kampus hal pertama yang saya lakukan adalah nyalain laptop, nyolokin kabel LAN dan langsung menjelajah dunia maya. Satu sisi, saya kadang ngerasa sangat nyaman dengan hidup seperti itu, di dunia maya saya bisa menemukan dan mendapatkan apa saja, mendapatkan sesuatu yang tidak bisa saya dapatkan di kehidupan nyata, tapi di satu sisi ketidaknyamanan pun datang karena saya menjadi sangat ketergantungan dengan kenyamanan itu.

Karena ketergantungan itulah, banyak hal lain yang menjadi terbengkalai dan telat untuk diselesaikan. Padahal, seringnya yang saya lakukan di dunia maya juga tidak terlalu penting (kadang cuma buka facebook, e-mail, download lagu, dll). Dan hal itu juga jadi merubah kebiasaan saya. Dulu saya sering baca buku dan bisa menghabiskan beberapa novel dalam satu minggu, tapi sekarang saya jadi malas baca buku dan lebih memilih surfing or browsing di internet. Kebiasaan baca buku saya menjadi tidak seperti dulu, kalau dulu biasanya saya bisa langsung membaca habis satu buku cerita dalam satu atau dua hari saja, tapi sekarang, saya jadi lebih sering menunda2 menghabiskan bacaan saya tersebut, salah satunya dikarenakan kecanduan saya dalam menjelajah dunia maya. Dan masih banyak 'kebodohan2' lain yang saya lakukan akibat efek ketergantungan dunia maya itu.

Tapi untungnya, akhirnya saya tersadarkan dengan keadaan yang menjebak ini.Ternyata kenyamanan yang saya dapatkan ini hanya semu, sesemu dunia maya yang saya jelajahi itu. Keadaan sebenarnya, banyak dampak negatif yang diakibatkan oleh ketergantungan saya akan dunia maya ini.

Hmm, Saya baru aja dapat kata2 bagus yang menjadi pencerahan buat saya, "yang nikmat itu adalah yang serba terbatas". Maksudnya apabila saya bisa lebih membatasi penggunaan internet, mungkin fasilitas tersebut bisa lebih bermanfaat buat saya. Contohnya hanya online pada saat dibutuhkan seperti saat perlu cari bahan buat tugas kuliah, perlu periksa e-mail, perlu buka facebook, perlu posting di blog, dan saat perlu2 lainnya. Dengan begitu saya menjadi tidak sering membuang waktu dan kesempatan yang sebenarnya bisa saya manfaatkan untuk mengerjakan hal lain yang lebih penting ketimbang menjelajahi dunia maya tanpa tujuan tertentu.

Semoga dengan adanya tulisan yang saya buat ini, bisa menjadi media pengingat buat saya, kalau sewaktu2 autis saya mulai kambuh (mulai ketergantungan lagi dengan internet), yah setidaknya saya gak mau kan menjilat ludah sendiri dengan menuliskan semua ini tapi ternyata saya masih terjebak pada ketergantungan saya akan internet ini. Dan mulai saat ini, semoga saya bisa lebih memanfaatkan fasilitas internet ini dengan benar, dengan menggunakannya hanya pada saat2 diperlukan saja. doakan ya teman2 ^^...
Related Posts with Thumbnails